Minggu, 23 November 2025

Quiz

Quiz DKV: Prinsip Dasar Desain (Fase F)

📝 25 Soal Pilihan Ganda: Prinsip Dasar Desain DKV (Fase F)

Pilih jawaban yang paling tepat. Fokus pada pemahaman analitis dan aplikasi desain.

A. Keseimbangan (Balance) & Proporsi (Proportion)

1. Seorang desainer menggunakan komposisi yang memuat objek berat di sisi kiri dan beberapa objek kecil yang lebih dinamis di sisi kanan. Jenis keseimbangan yang digunakan untuk mencapai rasa stabilitas yang lebih natural dan informal adalah...

2. Pada komposisi fotografi *landscape*, penempatan elemen horizon pada sepertiga bagian atas atau bawah bingkai (*frame*) didasarkan pada prinsip...

3. Rasio $1:\phi$ (1 banding 1.618), yang sering digunakan dalam desain UI/UX, arsitektur, dan logo untuk menghasilkan estetika yang harmonis dan menyenangkan secara visual, dikenal sebagai...

4. Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan perbedaan fungsi antara Keseimbangan Simetris dan Asimetris?

5. Anda sedang merancang *header website* yang memerlukan nuansa otoritas dan keandalan. Prinsip keseimbangan yang paling efektif untuk diterapkan adalah...


B. Irama (Ritme) & Penekanan (Emphasis/Focal Point)

6. Dalam desain, *ritme progresif* dicapai ketika elemen-elemen diulang dengan...

7. Penekanan (Focal Point) pada sebuah desain dapat diciptakan paling kuat melalui...

8. Seorang desainer ingin menciptakan rasa gerak cepat dan energi yang tidak terduga pada *key visual* iklan. Jenis ritme yang paling sesuai untuk tujuan ini adalah...

9. Apa istilah dalam prinsip desain yang merujuk pada upaya mengarahkan pandangan audiens melalui serangkaian elemen yang berulang atau bergradasi dari satu titik ke titik berikutnya?

10. Jika Anda ingin menekankan satu kata kunci penting dalam sebuah poster yang didominasi oleh teks, teknik penekanan yang paling efektif dan sederhana adalah...


C. Kesatuan (Unity)

11. Prinsip Kesatuan (Unity) dalam desain paling baik didefinisikan sebagai...

12. Hukum Kedekatan (*Proximity*) dalam prinsip Gestalt adalah teknik dasar untuk mencapai Kesatuan karena...

13. Jika sebuah desain memiliki banyak elemen, tetapi terasa "berantakan" dan sulit dicerna, itu berarti desain tersebut gagal dalam menerapkan prinsip...

14. Teknik yang menggunakan penggunaan *font*, *color palette*, dan *style* gambar yang sama berulang kali di berbagai halaman *website* atau media promosi untuk mempertahankan *brand identity* adalah penerapan dari Kesatuan melalui...

15. *Alignment* (Perataan) adalah salah satu cara untuk menciptakan Kesatuan. Jika teks dibiarkan tanpa perataan yang jelas, dampak visual yang paling mungkin terjadi adalah...


D. Integrasi Prinsip & Aplikasi (Fase F)

16. Dalam merancang poster informatif, prinsip *alignment* yang ketat (Kesatuan) dan penggunaan *grid* yang konsisten paling efektif membantu audiens dalam...

17. Apabila sebuah desain menggunakan kontras warna yang ekstrem untuk Penekanan (Focal Point), namun gagal menjaga Kesatuan (Unity) antar elemen, akibat terburuk yang terjadi pada desain tersebut adalah...

18. Anda diminta mengevaluasi *layout* majalah. Anda menemukan teks, gambar, dan iklan berjarak terlalu jauh dan setiap elemen tampak berdiri sendiri. Prinsip desain mana yang paling kritis untuk diperbaiki?

19. Analisis visual Fase F tidak hanya mengidentifikasi, tetapi juga *mengevaluasi*. Jika Anda melihat desain logo yang menggunakan Keseimbangan Asimetris, kriteria evaluasi terbaik untuk prinsip tersebut adalah...

20. Penggunaan repetisi *pattern* atau tekstur secara konsisten di latar belakang desain, selain menciptakan Irama, secara fundamental juga berfungsi untuk memperkuat...


E. Studi Kasus (Integratif Lanjutan)

21. Dalam studi kasus DKV, seorang desainer menggunakan warna merah terang pada tombol *Call to Action* (CTA) di tengah halaman, sementara sisa halaman didominasi warna monokrom. Desainer tersebut secara efektif menggabungkan prinsip...

22. Ketika desainer menggunakan teknik "ruang negatif" atau *white space* secara signifikan di sekitar objek utama, tujuannya terutama adalah untuk...

23. Desain yang berhasil mengimplementasikan *Golden Ratio* (Proporsi) dan Keseimbangan Simetris cenderung menghasilkan *eye flow* (Irama) yang...

24. Untuk memastikan bahwa elemen teks dan gambar pada poster A3 tidak terasa "sesak" atau terlalu padat, desainer harus berfokus pada analisis...

25. Penggunaan *font* yang sangat berbeda pada *headline*, *sub-headline*, dan *body text* pada satu *layout* tanpa alasan yang kuat dapat merusak prinsip...

*Untuk fungsi penilaian otomatis, Anda perlu menambahkan skrip JavaScript ke dalam kode ini.

RPM DKV Prinsip Dasar Desain

Rencana Pembelajaran DKV: Prinsip Dasar Desain (Fase F)

🎨 Rencana Pembelajaran Mendalam DKV: Prinsip Dasar Desain (Fase F)

Diadaptasi untuk kebutuhan tampilan blog

Informasi Umum

Komponen Deskripsi
**Mata Pelajaran** Desain Komunikasi Visual (DKV)
**Materi Pokok** Prinsip Dasar Desain (Keseimbangan, Irama/Ritme, Penekanan/Focal Point, Kesatuan/Unity, Proporsi)
**Fase/Kelas** F (Kelas XI/XII SMK)
**Alokasi Waktu** 12 Jam Pelajaran (Misalnya, 4x pertemuan @ 3 JP)
**Tujuan Pembelajaran** Peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, dan mengaplikasikan Prinsip Dasar Desain secara efektif dalam karya desain yang kompleks dan komunikatif.

I. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1: Analisis Keseimbangan & Proporsi (3 JP)

Tahap Aktivitas Pembelajaran Metode & Pendekatan
**Pendahuluan** Refleksi singkat tentang Elemen Desain (materi Fase E). Perkenalan Prinsip Keseimbangan (Simetris, Asimetris, Radial) dan Proporsi (Golden Ratio, Rule of Thirds). Diskusi Interaktif
**Kegiatan Inti**
  • **Bedah Kasus:** Menganalisis 5-7 contoh desain visual (poster, layout majalah, UI/UX) untuk mengidentifikasi jenis Keseimbangan dan Proporsi yang digunakan.
  • **Latihan Analitis:** Peserta didik membandingkan 2 desain dengan jenis Keseimbangan berbeda dan menuliskan kelebihan/kekurangan komunikasinya.
**Analisis Visual** (Menggunakan **Gallery Walk**)
**Penutup**
  • **Tugas Rumah:** Mencari satu contoh karya desain (non-digital) dan membuat sketsa ulang dengan mengubah jenis Keseimbangan (misal: dari Simetris ke Asimetris).
**Refleksi**

Pertemuan 2: Irama (Ritme) & Penekanan (3 JP)

Tahap Aktivitas Pembelajaran Metode & Pendekatan
**Pendahuluan** Review singkat tugas Keseimbangan. Perkenalan Prinsip Irama (Pengulangan, Variasi, Gradasi) dan Penekanan (Kontras, Isolat, Penempatan). Tanya Jawab
**Kegiatan Inti**
  • **Eksperimen Irama:** Membuat 4 *artboard* (digital/manual) hanya menggunakan satu bentuk geometris (misalnya persegi) untuk menciptakan 4 jenis Irama yang berbeda.
  • **Latihan Penekanan:** Mengambil karya dari Pertemuan 1, kemudian menambahkan/mengubah Penekanan utama (Focal Point) dengan mengatur kontras warna/ukuran.
**Praktik Eksploratif** (Desain Cepat), **Studio-Based Learning**
**Penutup**
  • **Diskusi:** Bagaimana Ritme dapat menciptakan suasana (*mood*) atau mengarahkan mata (*eye-tracking*) pada desain.
**Presentasi Hasil Cepat**

Pertemuan 3: Kesatuan (Unity) & Review Integratif (3 JP)

Tahap Aktivitas Pembelajaran Metode & Pendekatan
**Pendahuluan** Perkenalan Prinsip Kesatuan (kedekatan/proximity, perataan/alignment, pengulangan/repetition, kesinambungan/continuation). Ceramah Singkat
**Kegiatan Inti**
  • **Proyek Integrasi:** Menganalisis kegagalan Kesatuan pada "Desain yang Buruk" (Bad Design Examples).
  • **Aplikasi Mandiri:** Membuat *moodboard* untuk sebuah merek fiksi, kemudian merancang logo sederhana atau *layout* iklan yang mengaplikasikan **minimal 4 Prinsip Desain** secara terpadu.
**Problem-Based Learning**, **Workshop Intensif**
**Penutup**
  • **Review Sejawat (Peer Review):** Peserta didik saling meninjau karya Kesatuan (Unity) yang dibuat teman dan memberikan masukan terstruktur.
**Kritik Konstruktif**

Pertemuan 4: Evaluasi & Presentasi Proyek Akhir (3 JP)

Tahap Aktivitas Pembelajaran Metode & Pendekatan
**Pendahuluan** Penjelasan rubrik penilaian Proyek Akhir. Instruksi
**Kegiatan Inti**
  • **Presentasi Proyek:** Setiap peserta didik mempresentasikan **satu** karya terbaiknya. Fokus presentasi: Tujuan Komunikasi, Prinsip Desain yang dominan, dan Alasan pemilihan Prinsip.
  • **Sesi Kritik:** Guru dan peserta didik memberikan umpan balik mendalam.
**Presentasi & Diskusi Kritis**
**Penutup**
  • **Refleksi Akhir:** Diskusi terbuka tentang bagaimana Prinsip Desain ini akan diterapkan dalam proyek DKV yang lebih besar di masa depan.
**Refleksi Diri**

II. Asesmen (Penilaian)

Jenis Asesmen Bentuk Kriteria Penilaian
**Diagnostik** Peta Konsep Awal/Pre-test Mengukur pengetahuan dasar tentang Prinsip Desain dan Elemen Desain.
**Formatif**
  • Latihan Analisis Visual (Pert. 1)
  • Eksperimen Irama (Pert. 2)
  • Peer Review Kesatuan (Pert. 3)
Mengukur kedalaman pemahaman analitis dan eksplorasi konsep.
**Sumatif** **Proyek Akhir Integratif** (Karya Desain/Presentasi)
  1. **Kedalaman Analisis:** Sejauh mana Prinsip Desain diaplikasikan secara tepat dan strategis.
  2. **Kualitas Visual:** Kejelasan dan estetika karya.
  3. **Komunikasi:** Kemampuan mempresentasikan dan mempertahankan pilihan desain.

III. Sumber Belajar & Media

  • **Sumber Utama:** Buku Teks DKV Fase F, Jurnal Desain, Artikel *online*.
  • **Media:** Proyektor, *Whiteboard*, perangkat lunak desain (Adobe Illustrator/Photoshop/Figma), atau alat gambar manual.
  • **Contoh Kasus:** Koleksi desain visual yang baik dan buruk (Poster internasional, *Branding*, Iklan cetak, dll.).

Rabu, 29 Juli 2015

Makanan Khas Sunda 2

Assalamualikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Menyambung dari bagian pertama kali ini penulis akan menambahkan beberapa makan sunda lainnya yang sering dikonsumsi sebagai camilan atau kadang-kadang dimakan sebagai "rencang sangu" yaitu :
Bangkerok
Bangkerok adalah makanan yang terbuat dari ketan atau singkong. Singkong yang diparut kemudian diberi bumbu seperti cabe, garam, penyedap, dan bawang daun. Adonan tersebut kemudian dikukus sampai matang.
 
Gorengan
Macam-macam gorengan terdiri atas : Bala-bala, Gehu, Cireng, Pisang Goreng, Onde, Odading, Karoket, dan lain-lain.
 
Cilok
Cilok adalah singkatan dari Aci di colok. Cilok merupakan makanan berbahan dasar aci yang di campur air sehingga megental dan kemudian dibentuk bulat seperti bola pingpong, kemudian cilok dikukus. Seteleh matang kemudian cilok di colok dengan bambu menyerupai sate. Cilok juga seperti leupeut. Ada cilok isi daging, isi abon, isi ayam, dan lain-lain. Bisa juga dimakan dengan kuah seperti cilok goang.
Combro
Combro
Misro
Colenak
Bubur Sumsum
Bubur Kacang
 


Sekian dulu dari penulis, mudah mudahan bermanfaat untuk kita semua.
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Makanan Khas Sunda 1

Assalamualikum Warohmatullohi Wabarokatuh
 
Bicara Jawa Barat tidak bisa dipisahkan dengan Suku Sunda. Begitu pula kulinernya, bicara makanan khas Jawa Barat tidak terlepas dari makanan khas Sunda. Dewasa ini banyak berjejeran Rumah Makan, warung nasi, dan warung kuliner lainnya di pinggir jalan mulai dari ujung barat pulau Jawa sampai ujung timur pulau jawa bahkan sampai ke luar pulau Jawa, termasuk Rumah Makan Khas Sunda, warung nasi khas Sunda dan kuliner lainnya yang mengusung makanan khas Sunda.
Nah berikut penulis sampaikan makanan khas Sunda yang banyak di temukan ataupun yang tidak banyak diketahui orang :

Nasi Liwet
Nasi Liwet  adalah nasi yang dimasak dalam sebuah wadah yang disebut "kastrol". Nasi tersebut dimasak dengan bumbu-bumbu seperti serai, daun salam, cabe, cabe rawit, lada, dll. Nasi liwet paling enak dimakan dengan ikan peda atau ikan asin, sambal goreng tempe, sambal terasi, ditambah dengan lalab. Bisa juga ditambah dengan ayam goreng, bakar ikan.
Nasi Timbel
Nasi timbel adalah nasi yang di bungkus dengan daun pisang yang terlebih dahulu daun tersebut "dileumpeuh" agar menjadi lentur. Para orang tua jaman dahulu biasanya membuat nasi timbel sebagai bekal, baik bekal dalam perjalanan ataupun bekal ketika bekerja disawah, dikebun ,dll. Nasi timbel biasa disandingkan dengan Goreng ayam kampung, Oseng Kangkung, Sayur Lodeh, Goreng Ikan Asin, dan sambel terasi beserta lalaban.
 
Nasi Tutug
Nasi tutug adalah nasi yang dicampurkan dengan makanan lain. Sewaktu penulis kecil ada beberapa nasi tutug yang sering penulis makan antara lain :
     Tutug Oncom
     Tutug Oncom atau TO adalah nasi yang dicampur dengan oncom ya g sudah di sangrai
     terlebih dahulu, dibumbui dengan cabe, kunir, garam dan penyedap rasa.
 
     Tutug Cau (Pisang)
     Sama halnya dengan TO tutug cau merupakan campuran nasi dengan pisang. Pisangnya
     pun pisang yang tidak terlalu tua atau masih remaja. Sebelum dicampurkan ke nasi,
     pisang tersebut di goreng atau di bakar kemudian dipukul-pukul sampai hancur lalu
     dicampurkan ke dalam nasi.
     Tutug Opak
     Sama juga dengan tutug opak, nasi yang matang dicampurkan dengan opak ketan yang
     dihancurkan ditambah dengan garam. 
     Tutug Kerupuk
     Tutug kerupuk juga sama dengan tutug opak.
Nasi Ketan
Nasi Ketan adalah nasi yang dibuat dari beras ketan. Biasanya dihidangkan ketika ada acara-acara adat ataupun dibuat untuk camilan. Nasi Ketan dihidangkan dengan ditaburi parutan kelapa basah atau parutan kelapa yang disangrai yang biasa disebut dengan "surundeng".
Leupuet dan Lemper
Leupeut dan Lemper adalah makanan dari beras yang dibungkus daun pisang berukuran kecil (menyerupai nasi timbel). Leupeut dan Lemper biasanya didalamnya diisi dengan daging ayam, daging sapi, tempe, abon, dan lain sebagainya. Perbedaanya adalah Leupeut terbuat dari beras biasa, sedangkan Lemper terbuat dari beras ketan.
Nasi Kuning dan Nasi Uduk
Nasi kuning dan nasi uduk adalah dua jenis makan yang sama, hanya saja warnanya yang berbeda. Nasi ini dimasak dengan mencampurkan santan. Untuk nasi kuning ditambahkan dengan peresan air kunyit agar warnanya menjadi kuning. Makan ini disajikan dengan irisan telur dadar, sambal goreng tempe, sukri (suuk teri), sambal dan lalab, bisa juga ditambahkan dengan ayam goreng. Dalam tradisi sunda, biasanya nasi ini disajikan ketika ada acara adat, atau acara-acara keagamaan seperti khataman, naik kelas di madrasah, dan lain lain.

Sekian dulu dari penulis, mudah mudahan bermanfaat untuk kita semua.
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh